Warga Bulu Silape Blokade Jalan TPL

Warga Dusun Bulu Silape,Desa Pardomuan,Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa),kembali memblokade jalan yang digunakan sebagai jalur lintas truk pengangkut kayu PT Toba Pulp Lestari (TPL) kemarin.

Dalam sepekan terakhir, warga mengaku sudah tiga kali melakukan pemblokadean jalan.Warga tidak mengizinkan beberapa truk milik PT TPL lewat karena warga kecewa. Pasalnya, hingga kini tidak ada kesepakatan ganti rugi yang ditawarkan PT TPL atas peristiwa longsor yang menewaskan 13 warga pada 1989 lalu. Longsor itu diduga terjadi karena pembukaan jalan yang dilakukan PT TPL menuju lokasi penebangan kayu di kawasan perkampungan marga Sianipar tersebut.

Warga menilai selama ini PT TPL dan anggota DPRD Tobasa hanya memberikan janji-janji,tetapi tidak kunjung menyelesaikan tuntutan mereka
. Sebelumnya, warga sudah dijanjikan pihak DPRD Tobasa akan dipertemukan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tobasa kemarin. Namun, DPRD beralasan kegiatan tersebut tidak bisa dilakukan karena Pemkab Tobasa disibukkan dengan Pilkada Tobasa.

Ketidakpastian ini memicu kemarahan warga sehingga kembali memblokade jalan yang biasa dilalui truk-truk PT TPL. “Kami merasa dipermainkan anggota legislatif. Sebab, hari ini sudah dijanjikan akan ada pertemuan dengan Pemkab Tobasa, tapi tidak jadi,” tutur salah satu warga Op Poltak boru Silaen, 75, kepada harian Seputar Indonesia kemarin.

Warga menyatakan tidak akan menghentikan pemblokadean jalan tersebut sebelum ada penyelesaian persoalan ganti rugi dari PT Inti Indorayon Utara (IIU) atas lahan pertanian mereka yang tidak dapat digunakan akibat longsor pada 1989 silam. “Apa yang dirasakan warga di sini sudah cukup sakit selama ini karena kami kehilangan lahan pertanian kami. Sebelumnya kami sudah tidak sepakat memberikan tanah itu dijadikan jalan.

Sebab, di bawah lahan itu ada persawahan dan perkampungan kami,”paparnya. Salah seorang perwakilan lembaga yang mendampingi warga, Ganda Simanjuntak menyatakan, pascalongsor tersebut, warga tidak bisa lagi mengolah lahan pertanian dan persawahan mereka. Karena tidak memiliki lahan lagi,warga terpaksa menjadi buruh tani. “Untuk memenuhi hidup, warga akhirnya menjadi buruh tani.

Bukan karena mereka tidak memiliki tanah, tetapi lahan pertanian warga memang tidak bisa dikerjakan lagi,”ungkapnya. Sementara itu, salah satu Direktur PT TPL Juanda Panjaitan menyatakan, dalam sejarahnya, PT TPL maupun sebelum masih bernama PT Inti Indorayon Utama tidak pernah memberikan ganti rugi atas terjadinya bencana alam di Bulu Silape. Sebab, menurut mereka, peristiwa tersebut murni disebabkan bencana alam dan bukan dampak dari pengerjaan jalan oleh pihak TPL.

“Namun, sebagai perusahaan yang ada di sana dan yang merasa berada di antara warga, kami memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban bencana,” tandasnya. Juanda mengaku sangat menyayangkan pemblokadean jalan yang dilakukan warga tersebut dengan alasan kecewa pada PT TPL yang belum memberikan ganti rugi kepada warga atas bencana longsor pada 1986 lalu.

Sebab, sebelumnya warga telah menerima keputusan dari pemerintah berupa hasil penelitian pada 1980-an, yang menyatakan bahwa longsor di Dusun Bulu Silape, Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa, bukan karena pembukaan jalan oleh PT TPL. “Warga meminta kompensasi dan saat ini sedang ditangani Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tobasa.

Kami percaya dengan pemerintah, mereka bisa menangani masalah ini,”ungkapnya. Selain itu, Juanda menuturkan, Pemkab Tobasa sendiri telah meminta penjelasan dari Pemkab Tapanuli Utara (Taput) selaku kabupaten induk, sebelum dimekarkannya Kabupaten Tobasa. Hasilnya, yang terjadi waktu itu murni bencana alam. Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Tobasa Monang Naipospos meminta warga bersabar karena DPRD masih terus berusaha memperjuangkan agar tuntutan ganti rugi warga Dusun Bulu Silape itu dipenuhi dalam waktu dekat. (baringin lumban gaol)

Sumber : Harian Seputar Indonesia

This entry was posted in Bulu Silape-Silaen and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s