Barak PT TPL di Dairi Dibakar Warga

SUASANA mencekam tergambar di lokasi PT Toba Pulp Lestari (TPL) wilayah Parbuluan, Kab Dairi. Para pekerja takut beraktivitas, akibat teror yang dilakukan warga setempat. Hal itu disampaikan Humas PT TPL, Bedman Ritonga, kemarin (26/1).

Menurut Bedman, perselisihan dengan warga telah memuncak sejak awal Januari. Terakhir, Senin (25/1) lalu, warga membakar beberapa camp pekerja. Tiga drum solar milik perusahaan juga dibuang. Atas dasar itu, pihaknya meminta Polres Dairi melakukan pengawalan. Kini, aktifitas pekerja dikawal sejumlah personil dilengkapi senjata laras panjang.

Masih kata Bedman, latar belakang tindakan warga terkait penolakkan atas tanah 120 hektar yang oleh warga diberi nama ‘Tombak Raja’. “Kita sudah melakukan sosialisasi tapi tidak ada titik temu,” ujarnya.

Sementara itu, begitu mengetahui perseteruan tersebut, anggota DPRD Dairi Dahlan Sianturi, Martua Nahampun, Martini Sitinjak, Cipta Karo-Karo, Harry Napitupulu dan Lumban Panjaitan melakukan kunjungan ke kawasan tersebut.

Hasilnya, para wakil rakyat itu mendesak manajemen menghentikan aktivitas. Dahlan dan Martua berpendapat, dari sisi ekologi, sosial dan ekonomi keberadaan mayarakat tidak memberi pengaruh nyata bagi kesejahteraan warga yang timbul justru kerusakan alam.

PT TPL diduga menimbulkan konflik horizontal. Para kontraktor adalah masyarakat setempat. Pekerja telah berseteru dengan masyarakat Parbuluan yang dilatarbelakangi target produksi pemilik izin terhadap pemborong.

Atas saran itu, Bedman mengatakan, pihaknya siap menerima penghentian aktifitas namun hendaknya dikuatkan dengan surat. Dia menambahkan, investor telah membayar PSDH (Provisi Sumber Daya Hutan) dan IHH (Iuran Hasil Hutan) kepada pemerintah. Mereka tidak melakukan penebangan baru. Kegiatan hanya sebatas mengangkat kayu yang ditumbang sebelumnya. Tahun 2009, terdapat 300-an hektar lahan RKT (Rencana Kerja Tahunan) yang mesti diselesaikan pada Pebruari 2010.

Pada kunjungan itu, Ir Agus Bukka juga menyarankan, PT TPL menghentikan sementara segala kegiatan eksploitasi di Kecamatan Parbuluan.

DEMONSTRASI

Terkait pemanggilan yang dilakukan Polres Dairi atas laporan perusahaan, warga Desa Parbuluan dipandu Erjon Sitanggang, Kepala Desa Parbuluan II melakukan demonstrasi ke Polres Dairi. Ramasten Purba, Kabag Bina Mitra Polres Dairi berjanji tuntutan warga akan disampaikan kepada pimpinan guna dibahas dalam rapat Muspida Plus. Rombongan kemudian melanjutkan aksi protes ke Dinas Kehutanan dan diterima Ir Agus Bukka. Di sana, Maridup Sihotang salah seorang warga mengutarakan, binatang ganas telah mengamuk menyusul kerusakan habitat. Jumat (23/1) siang, rumah temannya marga Tamba dan Sitohang serta Situmorang diobrak-abrik dua ekor beruang. Untung saja, waktu itu penghuni rumah sedang berada di luar. Perempuan itu sempat meneteskan air mata saat bercerita.

Erjon Sitanggang mendesak agar pemanggilan dihentikan. Jika pemanggilan diteruskan, dipintakan agar semua warga juga dipanggil sebab sama-sama bertanggung jawab. Dia mendesak Polres Dairi bersikap jujur dan adil, tidak berat sebelah dalam menanggapi pengaduan. Sebab, beberapa waktu lalu, masyarakat juga sudah membuat laporan tetapi tidak direspons. (Nanang)

Sumber : Pos Metro Medan

This entry was posted in Media Clipping, Parbuluan and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s