BEJ Tetap Coret Saham Toba Pulp

Bursa Efek Jakarta (BEJ) tetap akan mencoret (delisting) saham PT Toba Pulp Lestari Tbk. (dahulu PT Inti Indo Rayon Tbk) dari bursa, kendati sejumlah pemegang saham publik perusahaan penghasil rayon dan pulp (bubur kertas) itu mengajukan keberatan.

Direktur Utama BEJ Mas Achmad Daniri kepada Koran Tempo kemarin, mengakui telah menerima surat dari sejumlah pemegang saham publik Toba Pulp. Namun, dia menegaskan, “Keputusan kami tidak berubah. BEJ tetap akan coret saham Toba Pulp.”

Seperti diketahui, selain Toba Pulp, saham PT Panca Overseas Finance Indonesia Tbk. dan PT Waniaindah Busana Tbk. milik Grup Texmaco juga akan dicoret, terhitung sejak 20 Maret 2002.

Surat keberatan pemegang saham yang dialamatkan ke BEJ dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) itu ditandatangani Djoko Santoso, Danny Suwardhani, dan ND. Murdani.

Dalam surat yang salinannya diperoleh Koran Tempo itu, disebutkan bahwa delisting akan merugikan investor minoritas. Karena, belum ada laporan dari Bapepam tentang hasil pemeriksaan Toba Pulp atas beberapa hal, seperti dugaan pelanggaran keterbukaan informasi dan benturan kepentingan atas beberapa tranksaksi.

Selain itu, papar pemegang saham, Toba Pulp sedang berusaha melaksanakan good corporate governance (pengelolaan perusahaan yang baik), restrukturisasi, dan memulihkan citra perusahaan.

Di sisi lain, pemegang saham mengatakan, Toba Pulp masih memiliki kas yang cukup dan masih bisa melanjutkan usaha. Di samping itu, Satery Oey — anak perusahaan Toba Pulp di Finlandia-masih berjalan normal dan menghasilkan penjualan sekitar Rp 700 miliar per tahun. Karena itu, paparnya, “Delisting hanya upaya menghindarkan emiten dari pengawasan publik, terutama atas transaksi material.”

Mengomentari hal itu, Daniri mengatakan, dalam dengar pendapat manajemen Toba Pulp tidak dapat memberikan kepastian soal izin dari pemerintah untuk bisa beroperasi kembali setelah terhenti tiga tahun.

Selain itu, paparnya, hasil operasi Satery Oey tetap tidak akan mampu mencukupi kebutuhan operasional Toba Pulp. “Sudah hopeless (tidak ada harapan). Jadi untuk jaga kewibawaan pasar, kami tetap akan delisting.”

Daniri menyarankan, para pemegang saham publik dapat melakukan class action terhadap Toba Pulp.”Kami dan asosiasi hukum pasar modal siap membantu pemegang saham publik.” padjar

Sumber : Koran Tempo

This entry was posted in Media Clipping and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s