Dozens arrested after community fights deforestation by paper company in Indonesia

North Sumatra villagers demand farmers be released, customary land be returned, after 16 arrested in conflict with TPL, a plantation company affiliated with APRIL.

Protesting community members. Photo by Sapariah Saturi

Protesting community members. Photo by Sapariah Saturi

Dozensof villagers from Indonesia’s North Sumatra province traveled to Jakarta this week to demand the release of 16 farmers who remain in detention after conflicts erupted between indigenous communities in Humbang Hasundutan district and PT Toba Pulp Lestari, a unit of the pulp and paper giant Asia Pacific Resources International Holdings (APRIL). Continue reading

Posted in Pandumaan - Sipituhuta | Tagged , | Leave a comment

Masyarakat Pandumaan-Sipituhuta: Kembalikan Tanah Adat, Jangan Ganggu Hutan Kemenyan Kami…

“TPL tebang pinus, kami tak peduli, itu pemerintah yang tanam. Tapi tolong, pohon kemenyan kami yang di hutan itu jangan ditebang.” Begitu ungkapan Edu Pandiangan, perwakilan Masyarakat Adat Pandumaan kala pertemuan di Kementerian Kehutanan (Kemenhut), di Jakarta, Selasa(5/3/13).

Aksi masyarakat Pandumaan-Sipituhuta dan AMAN di depan Kemenhut, Selasa(5/3/13) Mereka meminta pengembalian tanah adat dan hutan kemenyan yang sudah menjadi tempat tinggal dan hutan mereka turun menurun. Mereka juga meminta pembebasan 16 warga yang ditangkap polisi. Foto: Sapariah Saturi

Aksi masyarakat Pandumaan-Sipituhuta dan AMAN di depan Kemenhut, Selasa(5/3/13) Mereka meminta pengembalian tanah adat dan hutan kemenyan yang sudah menjadi tempat tinggal dan hutan mereka turun menurun. Mereka juga meminta pembebasan 16 warga yang ditangkap polisi. Foto: Sapariah Saturi

Saat itu, perwakilan warga dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) diterima oleh Kepala Humas Kemenhut, Sumarto. Puluhan masyarakat Pandumaan-Sipituhuta beserta AMAN, tetap aksi damai di depan Kemenhut. Continue reading

Posted in Pandumaan - Sipituhuta | Tagged , , , | Leave a comment

Kericuhan PT. Toba Pulp Lestari di Tapsel Makin Meluas: Menhut Pro Rakyat, Polres Mendesak, Bupati Simalakama

Angkola Timur, Konflik perebutan tanah antara PT. Toba Pulp Lestari (TPL) Sektor Tapsel/Padangsidimpuan dengan rakyat petani makin meluas. Portal dan blokade operasional penebangan dan penanaman TPL makin banyak di pedesaan. Polres Tapsel kelimpungan menerima saling pengaduan TPL dan rakyat. Bupati Tapsel serbasalah memilih antara duit TPL dengan dukungan rakyat, sementara Menteri Kehutanan malah semakin pro rakyat. Continue reading

Posted in Angkola Timur, Tapanuli Selatan | Tagged , , , | Leave a comment

BEI Suspen Saham Toba Pulp Lestari

Hal itu dilakukan sehubungan peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspen) perdagangan saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) mulai hari ini sampai dengan pengumuman lebih lanjut.

Menurut Kadiv Pengawasan Transaksi BEI Hamdi Hassyarbaini, hal itu dilakukan sehubungan dengan peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham perseroan sebesar Rp 320 atau 123,08 persen yaitu dari harga penutupan Rp 260 pada 6 Mei 2010 menjadi Rp 580 pada 21 Mei 2010.

“Bursa menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan,” ujarnya melalui keterbukaan informasi bursa yang disampaikan di Jakarta, Senin, 24 Mei 2010.  (wm)

Sumber : antique.putra [at] vivanews.com Viva News

Posted in INRU | Tagged , , | Leave a comment

Warga Bulu Silape Blokade Jalan TPL

Warga Dusun Bulu Silape,Desa Pardomuan,Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa),kembali memblokade jalan yang digunakan sebagai jalur lintas truk pengangkut kayu PT Toba Pulp Lestari (TPL) kemarin.

Dalam sepekan terakhir, warga mengaku sudah tiga kali melakukan pemblokadean jalan.Warga tidak mengizinkan beberapa truk milik PT TPL lewat karena warga kecewa. Pasalnya, hingga kini tidak ada kesepakatan ganti rugi yang ditawarkan PT TPL atas peristiwa longsor yang menewaskan 13 warga pada 1989 lalu. Longsor itu diduga terjadi karena pembukaan jalan yang dilakukan PT TPL menuju lokasi penebangan kayu di kawasan perkampungan marga Sianipar tersebut. Continue reading

Posted in Bulu Silape-Silaen | Tagged , , , | Leave a comment

Kebijakan Investasi Versus Kesejahteraan Rakyat di Persimpangan Jalan

Kontroversi sudah terjadi sejak awal pendirian indorayon di tanah Porsea pada tahun 1983. Seiring dengan itu pula bahwa konflik horizon antara pihak pro dan kontra, antara warga Porsea sebagai pihak-pihak yang dikorbankan terrugikan dengan pihak industri. Sejak tahun 1984 sampai saat ini tercatat ada banyak sekali konflik kasus menyangkut keberadaan indorayon. Pengaruhnya negatifnya tidak berbanding lurus dengan pengaruh positif, dimana efek negatif terlalu besar. Konflik terjadi mengejawantah dalam bentuk ancaman, penyerangan, penghancuran, intimidasi dan bahkan menyebabkan korban jiwa. Continue reading

Posted in Opini | Tagged , , , , | Leave a comment

Amanat Undang-Undang Kehutanan yang Terabaikan

Dalam Undang-Undang No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan telah ditetapkan beberapa pasal terkait dengan Hutan Adat dan Masyarakat Hukum Adat. Ketentuan-ketentuan tentang hutan adat dan atau masyarakat hukum adat tersebut terdapat dalam Pasal 1,  Pasal 5, Pasal 37, Pasal 39, dan Pasal 67, undang-undang dimaksud. Continue reading

Posted in Opini, Undang-Undang | Tagged , , , , | Leave a comment